Katim Kesiswaan Kanwil Kemenag Sumut Monitoring MATAMUDA di MAN 1 Deli Serdang, Ingatkan Murid Baru Jauhi Bullying dan Bijak Bermedia Sosial
Deli Serdang (Humas). Pelaksanaan Masa
Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun
Pelajaran 2026/2027 di MAN 1 Deli Serdang mendapat kunjungan monitoring
dari Ketua Tim (Katim) Kesiswaan Bidang
Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera
Utara, Dr. Nursyamsiah, S.Ag., M.A., pada Senin (13/7/2026).
Kunjungan tersebut disambut oleh Plt. Kepala MAN 1 Deli Serdang, Arwansyah
Dalimunthe, S.Ag., M.Pd., bersama KTU MAN 1 Deli Serdang H. Monel Rambe,
M.Pd dan para wakil kepala madrasah, panitia MATAMUDA, serta seluruh murid baru
yang sedang mengikuti rangkaian kegiatan pengenalan lingkungan madrasah.
Monitoring ini dilakukan untuk melihat secara langsung
pelaksanaan MATAMUDA sekaligus memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai
dengan pedoman Kementerian Agama, yaitu edukatif, menyenangkan, ramah anak,
serta bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.
Dalam arahannya di hadapan murid baru, Dr. Nursyamsiah
mengajak seluruh siswa untuk menjadikan madrasah sebagai tempat yang aman,
nyaman, dan menyenangkan untuk belajar. Ia menegaskan bahwa seluruh peserta
didik harus saling menghormati, menghargai perbedaan, dan membangun
persahabatan yang baik sejak hari pertama masuk madrasah.
Ia secara khusus mengingatkan agar tidak ada praktik bullying atau perundungan dalam bentuk
apa pun, baik berupa ejekan, tindakan fisik, pengucilan, maupun melalui media
sosial.
"Kalian semua datang dari sekolah yang
berbeda-beda. Di madrasah ini kalian adalah satu keluarga. Jangan ada yang
mengejek teman, merendahkan, atau melakukan bullying. Jadilah teman yang saling
membantu dan saling menguatkan," pesannya.
Selain mengingatkan tentang pentingnya menjaga
hubungan baik dengan sesama teman, Dr. Nursyamsiah juga mengajak murid untuk
menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat menggunakan media
sosial.
Ia berpesan agar para murid lebih bijak dalam
memanfaatkan media sosial dan tidak sembarangan mengunggah sesuatu yang dapat
merugikan diri sendiri maupun mencoreng nama baik madrasah. Secara khusus, ia
mengingatkan murid perempuan agar tidak
mengunggah foto tanpa mengenakan hijab di media sosial sebagai bentuk
menjaga identitas dan kehormatan diri sebagai murid perempuan madrasah.
"Sebagai murid madrasah, kita harus menjaga
akhlak, termasuk di dunia digital. Gunakan media sosial untuk hal-hal yang
positif. Khusus anak-anak putri, jagalah diri dan identitas sebagai siswi
madrasah dengan tidak mengunggah foto yang tidak mengenakan hijab. Apa yang
kita unggah akan menjadi jejak digital yang bisa dilihat banyak orang," ujarnya.
Sementara itu, Plt.
Kepala MAN 1 Deli Serdang, Arwansyah Dalimunthe, S.Ag., M.Pd., menyampaikan
apresiasi atas kunjungan dan pembinaan yang diberikan oleh Katim Kesiswaan
Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara. Menurutnya, arahan yang diberikan
menjadi motivasi sekaligus penguatan bagi murid baru untuk memulai perjalanan
mereka di madrasah dengan karakter yang baik.
"Kami berterima kasih atas kunjungan Ibu Dr.
Nursyamsiah beserta arahan yang diberikan kepada murid baru. Pesan tentang
menjauhi bullying, menjaga akhlak, dan bijak menggunakan media sosial sangat
penting untuk membentuk karakter siswa sejak awal mereka menjadi bagian dari
MAN 1 Deli Serdang," ungkap Arwansyah.
Selama monitoring berlangsung, Dr. Nursyamsiah juga
meninjau pelaksanaan kegiatan MATAMUDA di halaman madrasah, berdialog dengan
guru dan panitia, serta mengamati antusiasme murid dalam mengikuti setiap
rangkaian kegiatan. Ia mengapresiasi pelaksanaan MATAMUDA di MAN 1 Deli Serdang
yang berlangsung dengan tertib, edukatif, dan mengedepankan pembentukan
karakter peserta didik.
Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan MATAMUDA
di MAN 1 Deli Serdang tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan madrasah,
tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun budaya madrasah yang ramah,
aman, disiplin, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman. Dengan demikian,
murid baru dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berprestasi,
saling menghargai, dan mampu menjaga martabat diri, baik di lingkungan madrasah
maupun di dunia digital.






